Tuesday, February 24, 2009

Fakta Penciptaan -- Jilid 1

Februari ini bisa dibilang bulan gw paling sedikit di rumah. Mulai tanggal 4 berangkat ke Luwuk, pulang sebentar untuk istirahat sehari langsung pergi lagi ke Selat Madura. Hutan dan laut adalah tempat gw menjemput rezeki. Junior yang masih belum bisa dipromosikan jugalah yang membuat gw harus bolak-balik kesana-kemari mengemban tugas. Kalo nggak dibawa enjoy pasti gw udah mati bosen di tempat-tempat di mana cuma ada nyamuk dan ikan tersebut.



Ada satu hal menarik yang gw dapat waktu mengebor di sumur Matindok. Saat itu kedalaman sudah mencapai sekitar 970 meter memasuki 'payzone'. Setelah diputuskan untuk melakukan coring -- pengambilan sample langsung dari reservoir menggunakan tool (alat) khusus yang canggih dan mahal untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat dibanding sekedar menunggu batuan naik ke atas bersama lumpur, geologist membawa hasil coring tersebut ke unit kami. Hasilnya berupa sebuah bongkahan batu berlumuran cairan hitam yang berbau keras menyengat. Orang awam seperti gw cuma mengenal bau seperti itu dengan satu merk yang umum di telinga: Pertamax!

Sunday, January 25, 2009

Impian yang tertunda



Indonesia adalah negeri seribu band. Hampir setiap minggu selalu bermunculan band-band baru mencoba mengadu peruntungan di jagat musik tanah air. Mulai dari yang sudah biasa wira-wiri di roadshow, anak dari musisi kondang, artis sinetron yang tiba-tiba nge-band, anak smp yang keranjingan musik tapi punya modal duit, band-band indie yang nekat modal sendiri, macan festival dengan skill dewa, atau bahkan pemuda-pemuda kagetan yang dihajar angin kesempatan.

Sunday, January 11, 2009

Hembus Halus Angin Mamiri


Libur telah usai. Sunset makin tenggelam. Madu sudah habis. Kesenangan beranjak pergi. Waktu memang terasa berjalan cepat saat kita menikmatinya. Dua minggu cuti seperti cuma dua hari. Janji untuk total bersenang-senang selama cuti nggak bisa dipenuhi demi melihat inbox yang dipenuhi pertanyaan-pertanyaan bernada memaksa yang rata-rata berarti: "Please help us or everything will be shut down." Khas banget gaya orang-orang marketing yang kebakaran jenggot dan selalu nggak punya jawaban saat client mengangkat isu tentang kelemahan dalam sistem. Salah gw juga. Ngapain ngecek email kalo lagi cuti?

Thursday, December 4, 2008

Cuti dulu ah..


Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.

Friday, November 28, 2008

Trip to Chapeau


Another duty call. Ditengah kesibukan persiapan untuk job-job yang akan mulai akhir dan awal tahun, gw tiba-tiba harus berangkat untuk start up salah satu job Pertamina di blok Cepu. Dihitung-hitung ini lumayan bisa jadi 'break' dari rutinitas yang melelahkan, soalnya kerja di OSL Jakarta itu lebih banyak capeknya dibanding kalo gw harus ke lokasi (asal bukan rig up). Di Jakarta terlalu banyak yang harus di-handle; mulai dari request, preparation, report, meeting, dan berbagai hal yang menyita waktu, pikiran, dan tenaga. Sedangkan di lapangan gw cuma harus fokus ke satu kerjaan dan istirahat setelah selesai. Jadwal makan yang teratur dan menu yang cenderung lebih bergizi juga menjadi sisi positif yang membuat badan gw selalu 'stay in shape' selama di lokasi dan kembali sedikit berlemak setelah kembali ke rumah. Apalagi setelah menikah suplai susu sangat teratur, makin chubby lah awak..

Sunday, November 2, 2008

Ketika hujan turun


Hujan lagi. Gw selalu senang sama hujan. Saat melihat mendung mulai menggantung, gw matikan AC, buka sedikit jendela, menghirup 'wangi' hujan yang mulai tercium, dan menanti sang hujan turun. Mungkin terdengar melankolis bagi sebagian orang yang membaca ini, tapi hujan buat gw adalah saat-saat yang memang penuh inspirasi. Gemercik air yang jatuh dari kanopi, terpaan butir-butir hujan yang mengetuk kaca jendela, dahan pohon jambu yang melambai-lambai, berisik atap kandang burung yang terbuat dari seng, dan siulan angin melewati celah lubang exhaust -- semua gw nikmati dengan mata terpejam dan hela napas yang panjang. Serasa ada aliran hawa sejuk yang membangkitkan ide-ide sentimentil gw. I'm a sucker of rain. Gw seperti udah kecanduan. Kalo Herman Lantang mencari 'tempat persembunyian' di puncak gunung, gw cukup menemukannya dalam rintik hujan.

Saturday, October 25, 2008

Internet broadband (lagi)


Kalo sebelumnya gw menulis tentang internet via 3G, kali ini gw mau sharing pengalaman akses internet rumahan dengan penyedia tv kabel sebagai ISP-nya. Apa beda & kelebihannya? Bedanya jelas: 3G itu mobile; bisa untuk akses dari mana aja. Bisa dari airport, hotel, pantai, pokoknya selama masih terjangkau coverage operator 3G. Sedangkan tv kabel cuma bisa dari rumah dan mempunyai kelebihan bandwidth yang cenderung konstan dan tarif yang flat. Selain itu juga akan gw bahas tentang cara-cara yang gw lakukan untuk men-share koneksi internet tersebut secara wireless. Hari gini masih pake kabel..

Friday, October 17, 2008

FSD OSL nowadays


Bulan puasa tahun ini bagi kita di OSL adalah bulan yang sibuk banget karena ada kontrak baru di Petrochina Bermuda Papua yang bisa dibilang mendadak requestnya dan semua orang dibuat jungkir balik ngurus ini-itu, order sana-sini, meeting setiap hari, instalasi dan testing equipment, dan gak ketinggalan report dan segala macam paperwork yang memaksa gw harus lembur hampir setiap hari. Belum lagi analisa terhadap proyek yang sedang dikerjakan untuk mengantisipasi kemungkinan masalah di lapangan sehingga proses troubleshooting yang mungkin harus dilakukan nggak akan memakan waktu dan biaya berkelanjutan. Semua harus dilakukan sesuai standard dan harus selesai dalam waktu singkat. Quality Of Service nggak boleh dikesampingkan cuma untuk bermanja-manja dan menghalalkan alasan sepele seperti ingin buka di rumah, gak ada uang overtime, atau takut pulang terlalu malam. Totalitas dan dedikasi yang nggak perlu dipertanyakan walaupun apresiasi yang diterima nggak sesuai dengan yang diharapkan. Itulah sekilas kondisi kita yang bekerja di bidang jasa. Capek dan selalu di bawah tekanan. Tapi itulah hidup. Sometimes pain keeps you alive. Kadang-kadang kesulitan justru membuat kita makin bersyukur dan menghargai hidup.